counter

Rabu, 18 September 2013

Jalan Panjang Menuju STAN

Sekelumit kisah ini mungkin bisa menjadi pelajaran bagi pembaca yang budiman sekalian.
Kisah ini dimulai ketika kelulusan sudah ada di depan mata. Saat itu aku begitu mengalami kebingungan antara melanjutkan ke bangku kuliah ataukah bekerja seperti yang ayahku inginkan. Namun teman-teman disekelilingku membuatku terpacu untuk melanjutkan kuliah saja, disamping itu aku memiliki pemikiran bahwa akan banyak asa terajut di masa kuliah ini nanti, banyak angan yang ingin aku wujudkan.
Aku keluar dari gedung sekolah dan menghampiri kerumuman teman-temanku yang sedang duduk di bangku yang berada di serambi gedung sekolah.
“pie tik? Sido daftar STAN?” tanyaku kepada temanku Indah.
“Sido lah bay, wes dadi cita-cita ku kuliah neng STAN.” Jawab Indah.
“Lha kowe piye? Daftar STAN opo UGM?” lanjutnya.
“Aku daftar UNS kok tik, UGM passinggrade’e dhuwur, wedi yen ra ketompo aku.” Jawabku dengan sedikit putus asa.
“Jare arep daftar STAN?, yowes sukses ya bay!”
Menjadi mahasiswa STAN adalah keinginan terbesarku. Akan tetapi tahun 2011 STAN membuat keputusan yang membuatku sedikit kecewa, dimana penerimaan untuk mahasiswa D3 tidak dibuka. Lantas aku mencoba membulatkan tekad untuk memasuki PTN.
Dan hari pun berganti, H-2 sebelum SNMPTN tulis 2011 aku dan teman-temanku banyak menghubungi tentor dan bertanya tentang jadwal belajar tambahan yang memang menjadi fasilitas yang disediakan oleh bimbel yang aku dan teman-temanku ikuti. Belajar menjadi rutinitas harian kami anak-anak SMK yang ingin diterima di PTN dan harus bersaing dengan anak-anak SMA lainnya yang notabene keilmuan mereka lebih diatas kami.
H-1 SNMPTN tulis 2011, hari yang cukup sibuk untuk dijalani, aku cukup gugup dengan esok hari. Tidak yakin dengan kemampuan sendiri adalah musuh terbesarku. Disetiap kali hasil try out dipajang di papan pengumuman aku belum pernah mendapatkan hasil yang memuaskan. Hal ini membuatkan menurunkan ambisiku untuk menembus UGM, Universitas terbaik di Indonesia. Dan pilihanku pun jatuh di UNS. Meskipun jurusan yang aku pilih saat itu adalah hasil pelarian, tapi aku cukup senang bisa diterima di PTN, dan karena UNS berada di dekat rumah biaya yang dikeluarkan pun tidaklah sebesar jika aku kuliah di luar kota.
Awalnya aku merasa sangat senang, bertemu teman-teman dari berbagai daerah dan bisa merasakan bangku kuliah. Hal yang menjadi keinginanku selama ini. Aku pun mulai berkawan baik dengan Deta, Pipit (nama aslinya alifia entah kenapa dia dipanggil pipit), fitri, ferdinan, faisal, amal, dan teman-teman lain.
Selama setengah tahun aku merasa bahwa jurusan ini tidaklah cocok denganku, dengan perolehan IP 2,85 aku merasa begitu bodoh. Lalu keinginan untuk pindah jurusan itu pun datang. Melihat beberapa temanku yang melanjutkan di bidang farmasi sesuai dengan bidang ayang aku tekuni di SMK, muncul ambisi untuk kembali memasuki Fakultas Farmasi UGM. Aku pun membicarakan ini kepada ibuku. Awalnya beliau tidak mendukung, begitu pula ketika hal ini aku bicarakan dengan ayahku, beliau langsung memarahiku. Memang suatu keinginan yang tidak bijak, dimana aku mengedepankan emosi dan ambisi dibandingkan akal sehat. Walau demikian aku juga menunggu pembukaan pendaftaran maba dan miba STAN. Tetapi penantianku hanya berbalas kekecewaan. Meskipun demikian, aku tetap menginginkan berpindah jurusan dan aku mulai melakukan berbagai persiapan seperti belajar lagi materi SMA.
Kuliah di UNS pun tetap aku jalani untuk semester selanjutnya. Aku berada pada posisi, jika tidak diterima di SNMPTN 2012 IP ku harus bagus, dan jika diterima yah mungkin memang jalanku bukan di jurusan tsb. Saat nenek mendengar keinginanku untuk masuk UGM dan alasan yang aku utarakan akhirnya beliau memberikan jalan dengan memberi sejumlah uang yang bisa aku gunakan untuk pendaftaran. Tapi keadaan ayah yang terus menentang ku akupun berfikir lagi. Biaya kuliah di UGM tidaklah murah. Belum lagi kos dan biaya hidup. Perasaan putus asa pu kembali menyerang, niatan mendaftar UGM ku goyah. Lalu dengan banyak pertimbangan aku putuskan mendaftar UNS dan UGM sebagai pilihan kedua.
Tes tulis pun aku jalani hanya dengan bermodalkan belajar mandiri. Tapi entah kenapa rasanya tahun 2012 menjadi tahun yang tidak terlalu susah bagiku mengerjakan soal SNMPTN. Dan keyakinanku diterima pun terwujud, Meskipun bukan di UGM tapi aku cukup senang bisa diterima di jurusan yang aku sukai.
Bertemu dengan anak-anak baru dan menjalin kisah baru di jurusan yang berbeda di kampus yang sama. Banyak kisah yang aku lalui di jurusan tersebut. banyak hal yang membuatku merasa “yah mungkin ini memang takdirku untuk berada disini”. Akan tetapi kehidupanku di kampus semakin rumit saja. Banyak masalah timbul di saat yang tidak tepat. Banyak aktivitas pula yang aku harus jalani menjadikan kuliah ku kacau.
Satu tahun hampir selesai dan pengumuman itu datang. “Penerimaan Mhasiswa Baru Prodip I dan III Sekolah Tinggi Akuntansi Negara”, hal ini membuatku buyar. Antara mengejar impianku sejak jaman sekolah atau melanjutkan belajarku disini. Ya! Aku memutuskan mengikuti USM STAN. Karena saat itu prinsipku adalah “Nothing to Lose”, tidak perlu merasa kehilangan jika tidak diterima sekalipun.
Seperti sebelumnya, aku selalu melakukan persiapan, keingianku mendaftar kali ini didukung oleh ibuku. Dengan persiapan sekitan satu bulan lebih dan bermodal nekat aku pun mengikuti tes. Merasa gugup pasti, karena pendaftar mencapai lebih dari delapan puluh ribu dan memperebutkan delapan jurusan. Aku pun mulai tenang, tidak seperti sebelum-sebelumnya yang merasa gugup sebelum melihat pengumuman.
Karena tidak memiliki modem, aku memutuskan untuk melihat pengumuman pada keesokan harinya. Dan malam itu datang SMS dari sahabatku
“selamat ya bay, lolos tahap satu”. Aku yang tenang tiba-tiba menjadi tidak tenang karena begitu senangnya. Dan setelah keesokan harinya aku pun memberanikan diri melihat pengumuman, yak ternyata benar aku lolos tahap satu dan harus menempuh tes selanjutnya, yakni wawancara dan tes kesehatan.
Aku pun mulai melakukan berbagai persiapan tes kesehatan, karena jujur aku jarang melakukan aktivitas olahraga dikarenakan rasa malas. (hehehe)
Keinginan untuk diterima pun semakin besar, dan aku banyak melakukan latihan fisik seperti push up, sit up, lari ditempat setiap malamnya karena pada waktu itu bulan puasa. Lebaran pun tiba dan pada waktu itu ayahku sudah mengetahui aku lolos tahap satu STAN setelah aku merahasiakannya selama ini.
Hari minggu 18 Agustus 2013. Aku kesulitan tidur karena berasa sangan gugup sebelum wawancara keesokan harinya. Pukul 23.00 WIB aku mencoba memejamkan mataku Meskipun begitu sulitnya dan entah kenapa aku merasa kedinginan, aku pikir itu wajar tapi ternyata aku mengalami demam tinggi. Dan tak hanya itu perutku pun terasa begitu sakit.
Pukul 23.45 WIB demamku tak kunjung turun dan perutku masih sangat sakit Meskipun ibu sudah memberikan terapi ala jawa, “Kerokan”. Pukul 02.04 WIB, aku meminta ayahku untuk mengantar aku ke rumah sakit 24 jam. Hawa dingin semakin membuatku pusing. Sesampainya di RS dokter pun memberikan injeksi dan obat minum. Pukul 2.30 WIB, sesampainya di rumah obat yang diberikan dokter aku minum dan syukur Alhamdulillah kondisiku pun mulai membaik.
Hari Tes Wawancara, badanku masih begitu lemas, akan tetapi aku harus segera berangkat ke Jogja untuk melakukan tes wawancara. Ibuku sempat membujuk ayahku untuk mengantarkan aku, tetapi ayahku menolak dengan alasan ada janji pekerjaan yang tidak bisa dia batalkan. Akhirnya aku pun berangkat sendiri dengan kondisi yang belum begitu baik.
Sampai di BDK jogja aku mendapat nomer antrian 203. Setelaah menunggu sekian lama pukul 14.23 aku pun mendapat kesempatan untuk mengisi formulir wawancara. Setelah setengah jam menunggu akhirnya kami pun dipanggil untuk melakukan tes wawancara. Banyak pertanyaan yang diajukan oleh pewawancara, namun hal yang paling banyak ditanyakan adalah tentang keorganisasian. Aku berusaha menjawab semampuku. Karena prinsipku dari awal adalah “nothing to lose”. Pukul 15.30 aku pulang setelah sholat ashar di BDK jogja.
Pukul 5 sore ayahku mengantarkanku ke dokter langganan keluarga kami, disana aku divonis gejala usus buntu. Dan dokter tersebut menyarankan untuk opname dan operasi. Gila! Dalam hatiku. Sontak ayahku pun berkata, “lha anak saya ini besok harus tes kesehatan STAn itu dok, tidak bisa dikasih obat saja?”.
“ hah? Tes STAN? Lha keadaannya seperti ini, apa bisa?” dokter itu meragukan aku.
Lalu dokter itu memberikan sejumlah obat minum dan sebuah injeksi. Sampai dirumah aku putuskan untuk minum obat lalu istirahat. Keesokan harinya keaadaanku masih belum sehat. Tapi lagi-lagi aku memaksakan diriku, dengan tekat bahwa ini kesempatan terakhirku. Aku pun sudah janjian dengan temanku untuk minta tolong diantar ke jogja. Saat di jalan perut pun berkontraksi, efek dari obat yang aku minum.
Setelah ke kamar mandi, tubuhku terasa lebih baik kini, nyeri yang kemarin aku alami kini tak terasa lagi. Kepercayaan diriku pun muncul, saat itu aku menunggu antrian cukup lama. Setelah beberapa jam menunggu akhirnya giliranku pun tiba.
Pemeriksaan kesehatan dimulai dengan pengukuran tinggi dan berat badan, dilanjutkan tensi, tes buta warna dan tes mata menggunakan sebuah alat. Lalu diperiksa oleh petugas lagi, dan setelah dinyatakan sehat aku diperbolehkan menikuti tes kebugaran.
Kini kesungguhanku diuji, dengan kondisi yang tidak begitu bugar, aku harus menjalani tes lari 12 menit dan juga suttle run. Aku hanya berdoa semoga Allah memberiku kelancaran. Tak lama kami menunggu dan akhirnya kami harus bersiap di garis start. Aku berada pada satu baris sebelum baris terakhir. Tes pun dimulai dengan aba-aba dari panitia. aku memacu lariku tidak lah sangat cepat atau sangat lamban, aku berusaha lari dengan sebaik aku bisa. Dan aku sangat bersyukur aku dapatkan jumlah putaran yang cukup, sungguh kalau bukan atas izin Allah mungkin aku tidak akan mampu melewati tes ini. Tapi Allah menunjukkan kuasanya, fisikku tidak mengalami kelelahan Meskipun lari 12 menit di siang hari. Aku sangat bersyukur, karen Allah memberikan jalan kepadaku. Dan selanjutnya aku menyerahkan segala keputusan kepada Allah SWT.
Dan hari pengumuman itu pun datang. Entah kenapa aku merasakan perasaan yang tidak enak, rasa takut kecewa atau entahlah. Dan keterbatasanku membuatku semakin tak menentu. Kembali lagi temanku yang memberitahuku lewat SMS
“congrats! STAN Akuntansi, selamat ya bayu …” membuatku merasakan antara senang dan gundah. Dan setelah aku melihat dengan mataku sendiri, berjuta rasa seolah tiada bisa terbendung. Kini tercapai sudah apa yang menjadi keinginanku. Dan karena ini adalah kepindahanku yang ketiga kalinya maka aku tidak akan pernah menyia-nyikannya, aku harus belajar dengan baik, sehingga nantinya orang tuaku tidak lagi pusing karenaku yang banyak ulah.

Satu pesan untuk pembaca yang budiman, ketika kamu memiliki impian, mimpi dan cita-cita maka kejarlah, wujudkanlah dan jadikan mimpimu bukan hanya diangan. Tapi ingatlah bahwa kamu selalu memiliki pilihan dan pilihan itu kamu sendiri yang mennetukan.


Selasa, 17 September 2013

MARS STAN

Sekolah Tinggi Akuntansi Negara
Pandai menempa cita baja
Bagai lautan kami maju bersatu
demi keuangan negara

Reff:
Kami mahasiswa pengabdi bangsa
dengan pancasila
berdiri paling muka
untuk Indonesia tercinta

Tak mampu badai
Tak jua halilintar
Menggoyah citra kampus kita
Oh Indonesia inilah lengan kami
siap membela demi bangsa

Back to reff

nih yang mau sklaian belajar menyanyikannya
paduan suara STAN

Minggu, 25 Agustus 2013

Menyoroti "TREN" Sinetron di Indonesia

Di usianya yang sudah lebih dari setengah abad ini, tentunya Indonesia sudah sangat jauh berkembang dalam segala bidang, mulai dari transportasi, birokrasi, pendidikan dan tentunya media masa. Perkembangan media masa di Indonesia sudah sangat besar, mulai dari hanya memiliki 1 chanel televisi sejak tahun 1962 dan kini sudah terdapat belasan chanel televise dan ratusan radio yang ada di Indonesia.
Bertambah banyaknya chanel televise tentunya menyediakan beragam pilihan konten dan tontonan. Diantaranya yang paling popular dan disukai oleh khalayak banyak ialah Sinetron, atau kepanjangan dari sinema elektronik.
Menurut Wikipedia.org Sinetron  adalah istilah untuk serial drama sandiwara bersambung yang disiarkan oleh stasiun televisi. Dalam bahasa Inggris, sinetron disebut soap opera (opera sabun), sedangkan dalam bahasa Spanyol disebut telenovela. Menurut hasil wawancara dengan Teguh Karya, sutradara terkenal asal Indonesia, istilah yang digunakan secara luas di Indonesia ini pertama kali dicetuskan oleh Soemardjono (salah satu pendiri dan mantan pengajar Institut Kesenian Jakarta).
Sinetron memiliki jalan cerita seperti drama pada umumnya, dimulai dari perkenalan para tokoh, menuju konflik dan akhir yang bias berbeda-beda tergantung maksud cerita. Pada umumnya sinetron mengisahkan kejadian sehari-hari ya ng menjadi rutinitas manyarakat Indonesia. Sehingga sinetron begitu diminati karena jalan ceritanya yang mudah dipahami.
Kembali ke maksud dan tujuan awal, yakni menyoroti tren sinetron di Indonesia. Tren sinetron di Indonesia menurut saya sudah tidak lagi terlalu mementingkan esensi cerita melainkan lebih kepada tujuan komersil semata, dapat dijumpai dengan cirri sinetron yang memiliki durasi hingga beratus-ratus episode. Yang akhirnya membuat sinetron menjadi tidak lagi mendidik, tetapi hanya menyajikan hal-hal yang bersifat menghibur. Hal ini banyak terjadi di Indonesia yang pada umumnya bercerita seputar kehidupan remaja dengan intrik-intrik cinta segitiga, kehidupan keluarga yang penuh kekerasan, dan tema yang akhir-akhir ini sangat digemari yaitu tentang kehidupan alam gaib.
Tren sinetron Indonesia saat ini juga diwarnai oleh cerita-cerita fiktif dan menurut saya aneh, sampai saat ini pun saya tidak mengerti alur cerita pastinya. Hanya dibuat berputar-putar dan semakin tidak jelas dari hari ke hari. Jam tayang sinetron menurut saya juga harus disoroti. Di salah satu stasiun televise bahkan menayangkan sinetron dari sore hari hingga menjelang larut malam, hal ini tentu harus diperhatikan oleh orang tua, agar anak-anak mendapatkan tontonan yang memang layak mereka tonton serta mendidik bagi mereka.
Meskipun track record sinetron di Indonesia tidaklah terlalu baik (menurut saya) saya cukup memberikan apresiasi kepada salah satu stasiun televise, yang meskipun hanya menayangkan sinetron tematik selama satu bulan namun alur cerita dan intrik yang jelas serta menarik membuat saya member nilai lebih kepada sinetron yang satu itu.
Semoga kedepannya industry sinetron Indonesia menjadi lebih baik lagi dan dapat menembus dunia internasional, sehingga Indonesia menjadi lebih dikenal oleh dunia.


Minggu, 11 Agustus 2013

About BINARAGA


Menurut Wikipedia.org yang disebut “BINARAGA” adalah  kegiatan pembentukan tubuh yang melibatkan hipertropi otot intensif. Dengan melakukan latihan beban dan diet protein tinggi secara rutin dan intensif, seseorang dapat meningkatkan massa otot.
Sejarah Binaraga dapat diperkirakan sejak jaman Yunani Kuno. Sesungguhnya upaya membentuk tubuh dengan memperbesar masa otot melalui serangkaian latihan fisik sudah lama dikenal sejak zaman kuno di Yunani sekitar abad ke-5 SM. Herkules, pahlawan gagah dalam mitologi Yunani melambangkan maskulinitas dan keperkasaan pria. Hal mungkin merupakan bentuk awal pemuliaan terhadap bentuk fisik ideal dan simetris dalam kebudayaan dan kesenian Yunani, seperti nampak dalam patung-patung Yunani klasik. Olimpiade kuno yang digelar di Olimpia mempertandingkan olahraga gulat, tinju, dan atletik, merupakan bentuk budaya pemuliaan dan apresiasi terhadap bentuk tubuh ideal. Para atlet berlaga tanpa busana dengan sebelumnya mambaluri tubuh mereka dengan minyak dan bedak halus. Acara ini menjadi hiburan, tontonan, sumber kekaguman, serta kebanggaan bagi masyarakat negara-kota Yunani kuno.
Adalah bangsa India mulai Mengembangkan cabang olahraga olah tubuh ini. Pada abad ke 16, bina badan merupakan kegiatan sehari-hari masyarakat India yaitu dengan menggunakan alat bantu berupa dumbbell sederhana berbahan batu.
Olahraga ini dimulai di India pada abad ke 11. Atlet bina raga India mengangkat batu yang diukir seperti dumbbell sama seperti dumbbell modern dan dikatakan Gelanggang olah raga yang pertama di India pada periode waktu yang sama pada abad ke 16.
Tahun awal perkembangan binaraga di dunia barat berlangsung pada kurun waktu 1880 hingga 1953. Binaraga belum benar-benar ada sebelum akhir abad ke-19 yang dimulai oleh Eugen Sandow dari Prussia (kini Jerman utara), yang dihormati sebagai "Bapak Binaraga Modern". Ia dianggap sebagai perintis olahraga ini karena memperbolehkan penonton menyaksikan fisiknya dalam "penampilan pamer otot". Sebelumnya pameran fisik pria telah lama dilakukan melalui berbagai pertunjukan karnaval dan sirkus, akan tetapi lebih bersifat memamerkan kekuatan tubuh seperti pertandingan gulat, mengangkat beban berat, atau membengkokkan batang besi. Sandow adalah orang pertama yang berfokus pada penampilan otot itu sendiri. Sandow adalah seorang "gracilian" yang sempurna. Istilah ini merujuk pada standar "ideal" matematis untuk "fisik sempurna" yang mendekati proporsi tubuh patung Yunani dan Romawi pada era klasik.
Sandow menggelar kontes binaraga perdana dunia pada 14 September 1901 yang disebut "Great Competition" dan digelar di Royal Albert Hall, London, Inggris. Sandow sendiri menjadi juri bersama Sir Charles Lawes, dan Sir Arthur Conan Doyle. Kontes ini berlangsung sukses dengan dihadiri ratusan peminat kontes fisik. Piala bagi juara adalah patung perunggu Sandow yang dibuat oleh pematung Frederick Pomeroy. Juaranya adalah William L. Murray dari Nottingham.
Pada tahun 1970-an, binaraga semakin terkenal dan mendapatkan publisitas besar berkat penampilan Arnold Schwarzeneggerdan rekan-rekannya dalam film Pumping Iron produksi tahun 1977. Pada dekade ini pula organisasi International Federation of BodyBuilding & Fitness (IFBB) mulai mendominasi cabang olahraga ini.
Kini Mr. Olympia adalah kontes binaraga paling bergengsi di dunia, dan sejak 1977, sang juara mendapat piala perunggu Sandow dan hadiah uang.
Macam Binaraga
1.     Binaraga natural/alami
Binaraga Alami adalah suatu kontes binaraga dimana pada kontes ini setiap peserta diharuskan lulus uji zat kimia apapun. Sehingga dalam pembentukan otot dan masa tubuh tidak diperbolehkan menggunakan zat-zat kimia seperti steroid kokain dan lain-lain. Drugs yg sering dipakai utk mempercepat pertumbuhan sel otot adalah GH, EPO, kokain, kadeine, dan anabolic steroid.
2. Binaraga Profesional
Kontes Binaraga professional ini adalah kompetisi atau kontes binaraga yang dapat diikuti oleh olahragawan yang sudah professional atau binaragawan yang professional yang telah memenangi kompetisi tingkat amatir dan telah mendapat “pro card” dari IFBB.

Olahragawan yang sudah memenangi berbagai kontes di dunia, dapat mengikuti kontes binaraga yang paling bergengsi di dulia yakni Mr. Olympia dan mr. Universe. 


Sumber: Aneahira.com dan Wikipedia.org

Senin, 05 Agustus 2013

TOP SIX “NEWS ANCHOR TAMPAN di INDONESIA”



TOP SIX “NEWS ANCHOR TAMPAN di INDONESIA”
1.      Andromeda Mercury
Pria berdarah Palembang Jawa kelahiran 18 Mei 1988 itu disapa, mengawali karir sebagai jurnalis di Harian Umum Sriwijaya Post Palembang sejak masih sma. Wajah tampan dan suara khas-nya selalu dinanti fansnya setiap menyaksikan tvOne, stasiun TV dimana saat ini dia bekerja.
Foto: 

2.      Rory ashari
Memiliki nama lengkap Rory Asyari Ahmad, news anchor yang sekarang bekerja di Metro TV ini dulunya berprofesi sebagai Model. Wajah yang “good looking” dengan tubuh atletis serta “smart” dalam membawakan berita menjadikan news anchor ini memiliki penggemarnya sendiri. Putra asli Solo ini memiliki akun twitter @RoryAsyari
Foto:






3.      Timothy Marbun


Lahir pada 21 Maret 1982. Timothy, yang akrab dipanggil Timmy, pernah tinggal di Aceh dan di Oklahoma, Amerika Serikat pada masa kecilnya, sebelum akhirnya menetap di Jakarta. Alumni University of East London/ HELP University, Kuala Lumpur, ini memulai karier jurnalistiknya selama beberapa tahun di Metro TV. Reputasinya sebagai reporter semakin diakui setelah meliput pergolakan sosial di berbagai tempat seperti di negera-negara Timur Tengah, dan demonstrasi berdarah di Bangkok, Thailand.
Foto:
4.      Robert Harianto
Wajah tampan dan suara khas-nya adalah dua hal yang menjadi keunggulan news anchor Metro Tv ini. Banyak fans dari reporter yang satu ini, dapat dilihat di akun twitternya dengan followers mencapai 18.275. Profil dari news anchor yang satu ini tidaklah terlalu banyak tersedia di Internet.  Jadi jika ingin mengetahui kehidupan Robert Harianto ikuti saja twitternya @robertbet
foto
5.      Zulfikar Naghi
Memiliki nama lengkap Abdul Zulfikar Naghi, sebelum menjadi news anchor, zoel panggilan akrab zulfikar naghi, mengawali kariernya sebagai model.  Trans TV adalah stasiun tv yang menjadi awal kariernya di dunia jurnalistik dan saat ini bekerja di Indosiar.
foto

6.      Roland Lagonda
Pasti anda tahu presenter berita yang satu ini, wajahnya sering muncul sebagai presenter berita di trans 7. Profil lengkapnya saya juga tidak mengetahui yang jelas dari jajak pendaat yang saya lakukan beberapa orang merekomendasikan saya untuk memasukkannya ke jajaran top six. Demikian.
foto


Minggu, 19 Mei 2013

PROSEDUR DIAGNOSIS BIMBINGAN KONSELING


TUGAS MATA KULIAH BIMBINGAN KONSELING
PROSEDUR DIAGNOSIS KESULITAN BELAJAR
“Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah bimbingan konseling”


Disusun oleh:
KELOMPOK 5
AGUSTINE TIYA ARUM A                           K1312003
ANISA ASTRA JINGGA                                 K1312011
EKO BAYU DIAN PURNOMO                      K1312027
NOVITA AYU DEWANTI                              K1312051
VERONICA AMALIA NR                              K1312075

PROGRAM STUDI MATEMATIKA
PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
2013
BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar belakang
Setiap siswa pada prinsipnya tentu berhak memperoleh peluang untuk mencapai kinerja akademik yang memuaskan. Namun dari kenyataan sehari-hari tampak jelas bahwa siswa itu memiliki perbedaan dalam hal kemampuan intelektual, kemampuan fisik, latar belakang keluarga, kebiasaan dan pendekatan belajar yang terkadang sangat mencolok antara seorang siswa dengan siswa lainnya. Prestasi belajar yang memuaskan dapat diraih oleh setiap siswa jika mereka dapat belajar secara wajar, terhindar dari berbagai ancaman, hambatan dan gangguan. Namun ancaman, hambatan dan gangguan tersebut di alami oleh siswa tertentu sehingga mereka mengalami kesulitan dalam belajar. Pada tingkat tertentu memang ada siswa yang dapat mengatasi kesulitan belajarnya tanpa harus melibatkan orang lain. Tetapi pada kasus – kasus tertentu, siswa belum mampu mengatasi kesulitan belajarnya maka bantuan guru atau orang lain sangat diperlukan oleh siswa.
Karena kesulitan belajar yang mereka alami akan membawa dampak negatif, baik terhadap diri mereka sendiri, maupun terhadap lingkungannya. Untuk mencegah dampak negatif yang lebih jelek, yang mungkin timbul karena kesulitan belajar yang dialami para peserta didik, maka para pendidik harus waspada terhadap gejala-gejala kesulitan belajar yang mungkin dialami oleh para peserta didiknya. Untuk itu dalam makalah ini, kami mencoba menguraiakan latar belakang kesulitan belajar, karakteristik peserta didik dalam belajar, gejala-gejala  kesulitan belajar, dan mengatasi kebosanan.

B.     Rumusan masalah
1.      Apa yang dimaksud dengan diagnosis kesulitan belajar?
2.      Apa saja faktor-faktor kesulitan belajar?
3.      Bagaimana cara mengenali kesulitan belajar peserta didik?
4.      Bagaimana upaya mengatasi kesulitan belajar peserta didik?
C.     Tujuan
1.      Mengetahui pengertian diagnosis kesulitan belajar.
2.      Mengetahui faktor-faktor kesulitan belajar
3.      Untuk mengetahui cirri-ciri kesulitan belajar peserta didik
4.      Untuk mengetahui upaya mengatasi kesulitan belajar peserta didik.


BAB II
PEMBAHASAN


A.  Pengertian diagnosis kesulitan belajar
Ada beberapa pendapat mengenai pengertian kesulitan belajar. Blassic dan Jones, sebagaimana dikutip oleh Warkitri ddk. (1990 : 8.3), menyatakan bahwa kesulitan belajar adalah terdapatnya suatu jarak antara prestasi akademik yang diharapkan dengan prestasi akademik yang diperoleh. Mereka selanjutnya menyatakan bahwa individu yang mengalami kesulitan belajar adalah individu yang normal inteligensinya, tetapi menunjukkan satu atau beberapa kekurangan penting dalam proses belajar, baik persepsi, ingatan, perhatian, ataupun fungsi motoriknya.
Sementara itu Siti Mardiyanti dkk. (1994 : 4 – 5) menganggap kesulitan belajar sebagai suatu kondisi dalam proses belajar yang ditandai oleh adanya hambatan tertentu untuk mencapai hasil belajar. Hambatan tersebut mungkin disadari atau tidak disadari oleh yang bersangkutan, mungkin bersifat psikologis, sosiologis, ataupun fisiologis dalam proses belajarnya.
Dari penjelasan di atas, dapat penulis simpulkan bahwa kesulitan belajar merupakan suatu kondisi dimana terdapat suatu jarak antara prestasi akademik yang diharapkan dengan yang diperoleh yang ditandai oleh adanya hambatan tertentu baik bersifat psikologis, sosiologis maupun fisiologis dalam proses belajar.
Salah satu cara pemberian bantuan kepada peserta didik yang mengalami kesulitan belajar adalah berupa prosedur dan langkah-langkah yang sistematis yang disebut Diagnosis Kesulitan Belajar dan pengajaran perbaikan.(Etty Kratikawati dan Willem Lusikooy; 1993/1994).
Diagnosis Kesulitan Belajar merupakan suatu prosedur dalam memecahkan kesulitan belajar dengan mengidentifikasi jenis dan karakteristiknya, serta latar belakang dari suatu kelemahan tertentu, serta mengimplikasikan suatu upaya untuk meramalkan kemungkinan dan menyarankan tindakan pemecahannya.

B.  Faktor-faktor yang mempengaruhi kesulitan belajar
Secara garis besar faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya kesulitan belajar sebagai berikut:
1.      Faktor intern yaitu faktor yang terjadi dari dalam individu yang terdiri dari:
·           Kesulitan belajar yang disebabkan oleh sakit dan fisik yang kurang sehat. Jika seseorang mengalami gangguan kesehatan maka syaraf sensorif dan motorisnya lemah yang berakibat rangsangan yang diterima melalui inderanya tidak dapat diteruskan ke otak.
·           Kesulitan belajar yang disebabkan oleh kondisi fisik yang lemah seperti kurang gizi, lemas, yang mengakibatkan cepat letih, kurang konsentrasi, mengantuk dan sering pusing. Hal ini akan mengakibatkan penerimaan dan respon belajar kurang sehingga saraf tidak mampu bekerja secara optimal.
·           Kesulitan belajar yang disebabkan oleh cacat fisik yang berupa cacata tubuh ringan seperti rabun dekat, rabun jauh, kurang mendengar, dan cacat tubuh permanen seperti butu, tuli dan bisu. Mereka yang mengalami cacat tubuh ringan harus diperlakukan khusus seperti duduk di depan, sedankan mereka yang memiliki cacat tubuh permanen maka ia harus menjalani pendidikan di lembaga pendidikan khusus (SLB).
·           Kesulitan belajar yang disebabkan oleh gangguan yang bersifat psikologis yang terdiri dari:
Intelegensi, Rendahnya intelegensi dapat mengakibatkan anak didik mengalami kesulitan belajar untuk mengikuti pelajaran yang sedang berlangsung.
Bakat, Seseorang yang tidak mempunyai bakat yang sesuai dengan subyek pelajaran yang sedang dipelajari maka akan mengakibatkan kesulitan belajar karena ia cenderung butuh waktu relatif lama untuk dapat menguasai pelajaran itu.
Minat, Seseorang yang tidak memiliki minat terhadap subyek pelajaran maka ia akan tidak merasakan adanya kebujtuhan pelajaran itu. Hal ini dapat menghilangkan atau mengurangi keseriusan dan kasenangannya dalam belajar.
Motivasi, Seseorang yang mempunyai motivasi tinggi maka ia akan serius untuk belajar. Jika seseorang memiliki motijvasi rendah maka ia kurang semangat dan tidak sungguh-sungguh dalam belajar.
2.      Faktor ekstern yaitu faktor yang berasal dari luar individu yakni semua situasi dan kondisi lingkungan sekitar yang tidak mendukung aktifitas belajar siswa, meliputi:
·         Faktor lingkungan keluarga seperti cara orang tuanya mendidik anaknya, hubungan orang tua dan anak, keharmonisan keluarga, dan keadaan ekonomi keluarga.
·         Faktor sekolah seperti hubungan guru dengan murid, media pengajaran, kualifikasi guru, kondisi gedung, kurikulum, kedisiplinan guru, kompetensi guru barik kompetensi personal, profesional, maupun kompetensi moral.
·         Faktor lingkungan sosial dan media massa serta teman bergaul, tetangga, aktifitas di masyarakat, televisi, bioskop dan surat kabar.

C.     Langkah diagnosis kesulitan belajar dan prosedur diagnosis kesulitan belajar
Para ahli dalam bidang diagnosis telah mengajukan langkah yang ditempuh untuk melaksanakan diagnosis kesulitan belajar secara berbeda, perbedaan ini hanya perbedaan teknis bukan perbedaan prinsip.
Abin syamsuddin (1981:283-285) mencoba merumuskan pendapat dua orang ahli yaitu Ross dan Stanley serta william Burton.
Ross dan Stanley (1956:332-341) , tahapan-tahapan diagnosis itu sebagai berikut:
5. How can errors be prevented?
Bagaimana kelemahan itu dapat dicegah?
4. what remedies are suggested?
Penyembuhan-penyembuhan apakah yang disarankan?
3. why do the errors occur?
Mengapa kelemahan-kelemahan itu terjadi?
2. where are the errors located
Di manakah kelemahan-kelemahan itu dapat dilokalisasikan?
1.who are the pupils having trouble?
Siapa-siapa siswa yang mengalami gangguan

Prosedur dan Teknik Diagnosis kesulitan belajar
Sebelum melaksanakan pengajaran remedial, guru terlebih dahulu perlu menegakkan diagnosis kesulitan belajar, yaitu menentukan jenis dan penyebab kesulitan serta alternatif strategi pengajaran remedial yang efektif dan efisien.  Sebagai prosedur maka diagnosis kesulitan belajar terdiri dari langkah-langkah yang tersusun secara sistematis. Agar pelaksanaan diagnosis kesulitan belajar dapat menghasilkan sesuai dengan keinginan, maka taat pada prosedur itu merupakan suatu keharusan. Beberapa langkah pokok/prosedur dan teknik pelaksanaan diagnosis kesulitan belajar adalah sebagai berikut:
1.      Identifikasi siswa yang mengalami kesulitan belajar.
Beberapa langkah-langkah yang dapat ditempuh dalam mengidentifikasi siswa yang mengalami kesulitan sebagai berikut:
a.    Menandai siswa dalam satu kelas atau dalam suatu kelompok yang diperkirakan mengalami kesulitan dalam belajar baik yang sifatnya umum maupun sifatnya lebih khusus dalam bidang studi tertentu.
b.    Teknik yang dapat ditempuh bermacam-macam antara lain dengan:
o   Meneliti nilai ujian
o   Menganalisis hasil ujian dengan melihat tipe kesalahan yang dibuatnya.
o   Observasi pada saat siswa dalam proses belajar mengajar
o   Memeriksa buku catatan pribadi yang ada pada petugas bimbingan.
o   Melaksanakan sosiometris untuk melihat hubungan sosial psikologis yang terdapat pada para siswa.
Kesulitan belajar itu dapat kita deteksi dari observasi pada saat proses kegiatan belajar. Agar observasi dapat mendeteksi kasus kesulitan belajar secara tepat, maka pada observasi ini dilakukan kegiatan pencatatan hal-hal sebagai berikut:
a)      Cepat lambatnya (berapa lama) menyelesaikan pekerjaan (tugasnya);
b)      ketekunan atau persistensi dalam mengikuti pelajaran (berapa kali tidak hadir; alpa, sakit, izin);
c)      partisipasi dan konstribusinya dalam pemecahan masalah atau mengerjakan tugas kelompok (bagan partisipasi);
d)     kemampuan kerjasama dan penyelesaian sosialnya (disenangi atau menyenangi orang lain secara sosiometris dapat diketahui) dan sebagainya.

2.      Melokalisasikan Letaknya Kesulitan (Permasalahan)
Setelah kita menemukan kelas atau individu siswa yang diduga mengalami kesulitan belajar, maka pesoalan selanjutnya yang perlu kita telaah, ialah (1) dalam mata pelajaran (bidang studi) manakah kesulitan itu terjadi, (2) pada kawasan tujuan belajar (aspek prilaku) yang manakah ada kesulitan itu terjadi, (3) pada bagian (ruang lingkup bahan) yang manakah kesulitan itu terjadi, dan (4) dalam segi kesulitan belajar manakah kesulitan itu terjadi. Untuk itu dilakukan analisis letak kesulitan belajar siswa dengan cara sebagai berikut:
o    Mendekati kesulitan belajar pada bidang studi tertentu. Dapat dilakukan dengan cara membandingkan angka nilai prestasi individu siswa untuk semua bidang studi.untuk membuat jelas hal ini sebaiknya dibuat grafik yang berisi semua mata pelajaran/bidang studi lengkap dengan nilainya.  
o    Mendeteksi pada kawasan tujuan belajar dan bahagian ruang lingkup bahan pelajaran dimanakah kesulitan terjadi. Dapat dilakukan denganmenganalisis jawaban siswa terhadap soal-soal setiap mata pelajaran. Dari jawaban itu dapat diketahui pada bagiam mana siswa mendapat kesulitan.
o    Analisis terhadap catatan mengenai proses belajar. Analisis yang dimaksud disini adalah analisis terhadap kemampuan menyelesaikan tugas-tugas, soal-soal saat proses belajar berlangsung, kehadiran atau ketidakhadiran saat proses belajar berlangsungsi untuk setiap mata pelajaran, penyesuaian diri dengan temannya.

3.      Lokalisasi jenis faktor dan sifat yang menyebabkan siswa mengalami berbagai kesulitan. Faktor yang mempengaruhi teridiri dari faktor internal dan eksternal spserti yang telah disebutkan sebelumnya.
4.      Perkiraan kemungkinan bantuan
Apabila kita telaah tentang letak kesulitan yang dialami siswa, jenis dan sifat kesulitan, latar belakangnya, faktor-faktor yang menyebabkannya, maka kita akan dapat memperkirakan beberapa hal berikut:
a.       Apakah siswa tersebut masih mungkin ditolong untuk mengatasi kesulitannya atau tidak?
b.      Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mengatasi kesulitan yang dialami siswa tertentu?
c.       Kapan dan dimana pertolongan itu dapat di berikan?
d.      Siapa yang dapat memberikan pertolongan?
e.       Bagaimana cara menolong siswa agar dapat dilaksanakan secara efektif?
f.       Siapa sajakah yang harus dilibatsertakan dalam menolong siswa tersebut?

5.      Penetapan kemungkinan cara mengatasinya
Pada langkah ini perlu menyusun suatu rencana  atau alternatif-alternatif rencana yang akan dilaksanakan untuk membantu peserta didik/siswa mengatasi masalah kesulitan belajarnya. Rencana ini hendaknya berisi:
a.       Cara-cara yang harus ditempuh untuk menyembuhkan kesulitan yang dialami siswa tersebut.
b.      Menjaga agar kesulitan yang serupa jangan sampai terulang.

D.    Upaya mengatasi kesulitan belajar
Untuk mengatasi kesulitan belajar yang di alami oleh siswa, maka pertama kali harus dilakukan identifikasi terhadap keadaan siswa yang menunjukkan kesulitan belajar. Proses identifikasi inilah yang disebut dengan diagnosa yang bertujuan untuk menentukan jenis kesulitan belajar yang dialami oleh siswa. Dalam diagnosis kesulitan belajar siswa, dikenal dengan langkah-langkah yang diantaranya direkomendasikan sebagai berikut:
1.      Melakukan observasi kelas untuk melihat prilaku menyimpang siswa ketika mengikuti pelajaran.
2.      Memeriksa penglihatan dan pendengaran sisiwa yang diyakini mengalami gangguan kedua indera itu.
3.      Memberikan tes diagnostik bidang kecakapan tertentu untuk mengetahui hakikat kesulitan belajar yang dialami siswa.
4.      Memberikan tes kemampuan intelegensi (IQ) bagi anak yang diyakini memiliki IQ di bawah rata-rata.
5.      Mewawancarai orang tua atau wali siswa untuk mengetahui hal ihwal keluarga yang mungkin menimbulkan kesulitan belajar.

Mulyono Abdurrahman mengutip Barbara Clark, menawarkan pendidikan intelegensi sebagai suatu sistem pendidikan yang diyakini sebagai upaya mengatasi kesulitan belajar. Pendidikan tipe ini merupakan upaya integrasi antara pemikiran barat yang rasional dengan pemikiran timur yang intuitif. Pendidikan integratif ditafsirkan sebagai pendidikan yang berupaya:
1.      Mengintegrasikan antara anak yang tidak normal dengan normal.
2.      Mengintegrasikan pendidikan luar biasa dengan pendidikan pada umumnya.
3.      Mengintegrasikan dan mengoptimalkan perkembangan kognisi, emosi, jasmani dan intuisi.
4.      Mengintegrasikan anak didik sebagai makhluk individual dan makhluk sosial.
5.      Mengintegrasikan antara subjek/materi pelajaran dengan kehidupan masa depan anak.
6.      Mengintegrasikan antara falsafah dan pandangan hidup dengan seni.



BAB III
KESIMPULAN
Diagnosis adalah penentuan jenis penyakit dengan meneliti (memeriksa) gejalagejala atau proses pemeriksaan terhadap hal yang dipandang tidak beres. Sedangkan kesulitan belajar adalah suatu keadaan dimana seseorang tidak dapat melakukan proses belajar sebagaimana mestinya. Jadi diagnosis kesulitan belajar adalah pemeriksaan yang dilakukan oleh guru atau penyuluh terhadap murid yang diduga mengalami kesulitan belajar untuk menentukan jenis dan kekhususan kesulitan belajar yang dihadapi.
Faktor-faktor timbulnya kesulitan belajar yaitu dari faktor intern meliputi gangguan fisik dan psikologis. Dan faktor ekstern meliputi faktor keluarga, sekolah dan lingkungan sosial. Peserta didik yang mengalami kesulitan belajar dapat diidentifikasikan dengan cirri-ciri anak didik menunjukkan prestasi yang rendah dibawah rata-rata yang dicapai oleh kelompok kelas, lambat menyelesaikan tugas-tugas di kelas, hasil yang dicapai tidak seimbang dengan usaha yang dilakukan, dan menunjukkan sikap acuh tak acuh, dusta, kurang konsentrasi dan tidak semangat.
Prosedur
Untuk mengatasi kesulitan belajar diperlukan beberapa langkah diantaranya:
Melakukan observasi kelas
Memeriksa penglihatan dan pandangan siswa
Memberikan tes diagnostik bidang kecakapan tertentu
Memberikan tes kemampuan intelengensi (IQ)



DAFTAR PUSKATA
Abdurrahman, Mulyono. Pendidikan Bagi Anak Kesulitan Belajar. Jakarta: Rineka Cipta, 2003
Djamarah, Syaiful Bahri. Psikologi Belajar. Jakarta : Rineka Cipta, 2002
Bustami Said, Buku Ajar Prinsip-Prinsip Pengelolaan Pembelajaran, (Pamekasan: Stain Pamekasan Press, 2006), hlm., 55
Mulyono Abdurrahman, Pendidikan Bagi Anak Kesulitan Belajar, (Jakarta : Rineka Cipta, 2003), hlm., 118
http://hadirukiyah.blogspot.com/2009/06/diagnosa-kesulitan-belajar.html